Skip to main content
Wakil Ketua DPC PPP Diduga Tewas Usai Kencan Dengan Waria

Wakil Ketua DPC PPP Diduga Tewas Usai Kencan Dengan Waria

Wakil Ketua DPC PPP Diduga Tewas Usai Kencan Dengan Waria

Wakil Ketua DPC PPP Diduga Tewas Usai Kencan Dengan Waria, Wakil Ketua DPC PPP Jombang Muhammad Syafii Has (58) dikira tewas karena serangan jantung waktu kencan dengan waria. Namun, sebagian pihak menyangsikan hasil penyelidikan itu. Begini tanggapan polisi.

” Kami bicara kenyataan di lapangan serta berdasar pada info saksi. Masalah ini kami tangani sesuai sama prosedur, profesional serta transparan, ” kata Kapolresta Mojokerto AKBP Puji Hendro Wibowo waktu dihubungi detikcom, Senin (19/3/2018).

Walau hasil autopsi dengan resmi belum juga di terima, lanjut Puji, pihaknya telah memperoleh info lisan dari dokter forensik yang mengautopsi jenazah Syafii. Menurut dokter, politisi PPP asal Desa Jombok, Kesamben, Jombang, ini tewas karena serangan jantung.

” Untuk sesaat berdasar pada info dokter yang lakukan autopsi, korban wafat karena berlangsung pembengkakan pembuluh darah jantung hingga jantungnya tidak berperan, menyebabkan korban wafat dunia, ” katanya.

Hal itu sesuai dengan rekam medis serta info istri Syafii. Menurut Puji, korban menderita sakit jantung akut. Ayah satu anak ini sempat dirawat sepanjang 11 hari dirumah sakit. Cuma seputar 25% sisi jantung korban yang berperan normal.

” Jantung korban terpacu kencang waktu terkait dengan waria inisial V, sesaat jantung korban tidak berperan optimal. Pernyataan dari waria V korban segera kejang-kejang serta lemas sesudah korban capai klimaks, ” jelasnya.

Meski demikian, kata Puji, pihaknya tetaplah menanti hasil resmi autopsi dari dokter forensik RS Bhayangkara Polda Jawa timur. ” Kami telah bersurat ke labfor, kami tunggulah untuk menegaskan penyebabnya kematian. Karena selama ini hasil visum luar ataupun autopsi, tidak diketemukan sinyal tanda kekerasan, ” terangnya.

Sesaat berkaitan syafii tewas waktu kencan dengan waria, Puji memperoleh info itu dari saksi waria berinisial F dengan kata lain V. Waria asal Jombang ini mengakui berkencan dengan korban di kebun tebu Dusun Kenongo, Desa Mlirip, Jetis, Kamis (15/3) seputar jam 23. 00 WIB. Begitu, V yaitu orang terkahir yang dengan korban.

” Korban baru pertama kalinya datang ke tempat (prostitusi waria) serta pertama kalinya bersua dengan V pada Kamis malam. Lalu mereka pernah pertalian oral sex. Sesudah oral sex, korban ejakulasi lalu kejang-kejang serta lemas, ” tandasnya.

Istri Syafii Ismiati (51) tidak yakin suaminya tewas waktu berkencan dengan waria. Menurutnya, korban tidak sempat keluar malam karena menderita sakit jantung. Ayah satu anak ini religius serta baik dengan tetangga.

Hal seirama disebutkan Sekjen PPP Arsul Sani. Menurutnya, PPP tidak yakin pada berita yang memanggil Syafii berkencan dengan waria sebelum saat tewas. Tidak ada sinyal tanda tingkah laku yang menyimpang dari sehari-harinya Syafii.

” Dari keterangan yang di sampaikan oleh rekan-temannya, kami yakin kalau korban bukanlah orang yang berperilaku seksual menyimpang, ” tegasnya.

Syafii diketemukan tewas dengan tempat terlentang serta telanjang di kebun tebu tanggul Sungai Brantas, Desa Mlirip, Jetis, Jumat (16/3) seputar jam 09. 00 WIB. Cuma celana dalam hitam yang menempel di badan korban. Celana dalam ini juga dalam keadaan tidak menutupi kemaluan korban.

Baju punya korban terhimpit badannya. Dompet serta hp korban masih tetap berada di celana. Sepeda motor korban Honda Vario nopol S 5869 OD diketemukan di seberang jalan dari tempat penemuan mayat. Berdasar pada info saksi serta hasil reka ulang, korban tewas waktu berkencan dengan waria berinisial F dengan kata lain V.</>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *